Rabu, 30 November 2011

harapan


Kenapa ya? Masa-masa awal pacaran itu terasa sangaaaaaaaaaaaaaaaaaat indah. Telepon tiap menit berdering dari si dia. Nanya lagi dimana, lagi apa, udah makan apa belum de el el. Sms juga ga kalah banyaknya. Sampe-sampe inbox jadi full. Isinya? Berisi kata-kata sayang nan mesra dan perhatian yang ga habis-habis. Kadang-kadang ada kata-kata gombel, ups maksudnya gombal yang nyempil di antara sms dari dia. Bisa bikin ketawa-ketiwi kalo baca smsnya. Dan noraknya, sms itu  pasti dibales dengan kata-kata gombal yang ga keren, maklum ga punya bakat gombal. Awal-awal pacaran pun selalu ada panggilan sayang yang lucu, dari “Ay”, “yank”, “cinta” de el el.  Hihihi. Pokoknya indah banget deh kalo di inget-inget. 

Beberapa bulan-tahun atau abad kemudian? Huuuuuuuuuuuuuuuuu, sms bisa di itung pake jari tangan (ga butuh jari kaki!!!). Cueknya jadi minta ampun. Telepon? Bisa tiga hari sekali doang. Duh, kok berubahnya drastis bgt ya? Ada yang salah kah? Sudah bosan kah? Entah lah. (walau gak semua kayak gini yaa) Saya ga pernah habis pikir soal masalah ini. Belom ada penelitian saya ttg ini. Hihihi..



google

Tapi saya jadi mikir nih, kalo lama-lama pacaran malah makin berkurang kadar mesra-gombal dan sayang-sayangannya, bagaimana kalau udah nikah ya? Nikah yang berarti setiap detik, menit, hari, minggu, tahun harus ketemu sama pasangan kita, bahkan ngelihat pasangan dari kondisi terburuk sampai yang terbaik. Apakah rasanya akan menjadi berkurang kadar sayang-sayangannya? Apakah perhatiannya akan hilang juga? Waduh, mudah-mudahan enggak yaaaa..

Soalnya saya selalu berharap, punya pasangan yang perhatian. Sayang sama saya luar-dalam. So? Dengan begitu pasti hubungan akan awet sampe kakek-nenek yang tetap bersama sampai senja tiba. Duh, romantis kali ya? Mudah-mudah pasangan saya kelak akan bisa tetap perhatian dan sayang sama saya, sampai kita menua bersama. Aamiin....



google

dapet kata kata bagus dari google:
Kualitas suatu hubungan tidak terletak pada lamanya hubungan tersebut, melainkan terletak sejauh mana kita mengenali pasangan kita masing-masing. Hal itu dapat dilakukan dengan komunikasi yang dilandasi dengan keterbukaan. Oleh karena itu, mulailah kita membina hubungan kita berlandaskan pada kejujuran, keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain.

Selasa, 29 November 2011

kekurangan


source google

semakin lama bersama
aku merasa ada yang berbeda
kamu tak pernah bisa mencintai kekuranganku
mencobapun tidak
kamu selalu bilang
semua adalah salahku

lalu aku jadi bisu
bagaimana mungkin kita terus melangkah maju
jika di antara kita
ada sesuatu yang tak bisa di toleransi
tak bisa di mengerti
dan terkadang kita saling menyakiti


Senin, 28 November 2011

1000 hari

1000 hari telah berlalu. Jika ditanya bagaimana perasaanku saat ini terhadap mu, maka akan dengan sangat yakin akan ku jawab,aku sangat mencintaimu. Tidak pernah berkurang sedari dulu. Bertambah? Itu pasti. Jika setiap waktunya adalah belajar menjalani kehidupan, begitupula denganku. Aku belajar mencintaimu lebih dalam. Semakin dalam. Menerima semua kekuranganmu dan menyukuri semua kelebihanmu. Aku bahagia memilikimu.

Banyak temanku yang berkata “jangan mencintai terlalu dalam, bila ia pergi, kau akan merasa sangat sakit”. Aku tak pernah menghiraukan kata-kata itu, sayang. Karena aku percaya, sangat percaya, bahwa kau akan tetap disini. Disampingku. Menemaniku dan mewujudkan semua mimpiku-mimpimu-mimpi kita bersama.  Kau akan setia. Hingga saat bahagia itu tiba. Kau dan aku akan menjadi “kita” yang seutuhnya. Dan kita akan selalu bersama hingga senja menyapa.

Temanku yang lain berkata “sebelum ia berjanji dihadapan Tuhan untuk menjagamu dan setia bersama mu,  kau tak perlu terlalu serius dalam menanggapi janji-janjinya, karena ketika ia tak menepati janji-janjinya, kau tak akan merasa tersiksa”. Tapi taukah sayang? Aku sangat yakin kau akan menepati janji-janjimu. janji-janji indah itu. Janji yang membuat senyumku mengembang menjelang tidur malamku.

Lalu hari ini, tepat hari ke seribu sejak kau menyatakan kau mencintaiku, kau pergi membawa semua mimpiku. Kau pergi dengan menerbangkan janji-janji indah yang sungguh ku percaya akan menjadi nyata. Kau pergi bersama wanita lain yang kau puja. Lalu apa kata temanku? Mereka berkata “kau terlalu baik untuknya. Bersabarlah, aku yakin ia akan mendapat karma yang setimpal seperti yang ia lakukan terhadapmu”. Tapi lagi-lagi, taukah dirimu sayang?  Walau hatiku sakit dan tersiksa, aku dengan tulus berdoa bahwa kau bisa bahagia dengannya..

berharap..


Tuhan, ku harap esok Kau kan datang membawanya lagi
Memberiku kesempatan untuk menikmati peluk terindah di dunia ini
Memberiku kebahagian yang tak sempat ku patri
Ku masih berharap ketika ku membuka mata ini
Kan ku temukan sosoknya mengecupku lembut dan berkata “selamat pagi”

*For my mom
Love u always
May Allah brought us together again. Aamiin..