Rabu, 15 Februari 2012

malam


Tuhan, Maaf kini aku membenci malam mu. Maaf, bukan maksudku tak menyukuri apa yang Kau ciptakan.

Tapi aku membenci malam. Malam yang membuat mentari pulang ke peraduan. Hingga gelap datang, dan sepi menjadi pemenang.

Sungguh malam selalu menyiksaku. Sejak ia pergi, aku tak dapat lagi merasakan indahnya mimpiku. Aku takut bermimpi. Karena mimpi buruk selalu datang menghampiri dan itu sebabnya aku membenci malam Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar