Selasa, 31 Januari 2012

salah


Ada yang salah dengan hatiku
Perpindahannya sangat lambat bahkan setelah sekian tahun berganti
Hanya sedikit bergeser
Itupun dengan usaha yang teramat sangat
Namun akhirnya selalu kembali ke tempat semula
Ku coba ulangi
Dan perpindahannya tetap sama
Mungkinkah aku akan menua dengan posisi ini
Posisi dimana kamu, ya harus aku akui itu adalah kamu
Tetap menjadi pemilik penuh hatiku
Lelaki yang selalu aku rindu sampai detik ini
Meski telah banyak yang lain datang silih berganti
Dan mencoba mengganti posisimu di hati ini

Sabtu, 28 Januari 2012

untuk yang tersayang

Hai kamu, kakak ku
terima kasih sudah menyediakan waktumu untuk mendengarkan curhatan alay ku
cuma kamu yang sabar dan mau menanggapi semua keluh kesahku
terima kasih mau meladeni semua pertanyaan-pertanyaan tak penting ku
terkadang aku bahkan tak yakin dapat menemukan jawaban dari pertanyaan itu
tapi kamu, dengan sabarnya menjawab meski kadang tak sesuai harapan ku, hehehe
terima kasih dengan semua semangat dan kekuatanmu
meski kita tak pernah menangis bersama
tapi taukah kamu ketika aku sedang bersedih aku akan bertanya padamu
dan jawaban-jawaban mu bisa menenangkanku
terima kasih untuk semua nasihatmu
semoga sifatku bisa cepat sedewasa kamu
sekarang walau kamu sedikit sibuk dan kadang jarang membalas smsku
tapi kamu tetap akan jadi yang penting di hariku

maaf
aku juga jarang membalas smsmu, hehehe
terkadang "aku ga punya pulsaaaaa"
maklumi saja ya?
maaf
bila kadang aku tak bisa menjawab pertanyaan dari segala kegalauanmu
maklumi lagi ya?
maaf
bila aku tak bisa memberimu nasihat sedewasa yang semestinya
maklumi lagi, aku kan masih kecil (hah?)

aku selalu berdoa, semoga Ia selalu memberikan yang terbaik untukmu. dan semoga waktu cepat menjawab semua kegalauanmu. aamiin

to: Dwi Warastuti

Jumat, 27 Januari 2012

nyata semu


Aku memanggilnya nyata semu
Nyata karena aku yakin ia ada
Ia pernah membuatku berbunga-bunga dengan suara khasnya
Pernah membuatku bahagia dengan hadiah yang indah
Dan aku yakin ia mencintaiku seperti aku mencintainya
Namun ia semu
Ia tak pernah ada ketika aku membutuhkannya
Senyum nya yang menawan itu hanya dapat ku lihat di foto yang ada di account jejaring sosialnya
dan mimpiku harus berakhir ketika aku sadar ia tak kan mungkin menjadi nyata yang sesungguhnya

mantan "terindah"


Mantan terindah?
Tidak! Aku tidak akan memberikan julukan itu padamu. Karena kamu tidak “terindah”. Em, sebenarnya aku saja yang mungkin masih belum ikhlas dengan kepergianmu, 6 tahun yang lalu.

Kamu bukan yang terindah, aku selalu menanamkan hal itu di pikiranku. Aku benci kamu. Sangat membenci kamu. Dalam 6 tahun perpisahan kita, bukan nya kita tak pernah bertemu. Cukup lumayan sering kita bertemu, dan aku tahu terkadang kamu memberikan senyummu yang manis itu(aku masih mengakuinya) dari kejauhan untukku. Tapi maaf, aku tak akan memberikan senyum balasan untukmu. Rasa sakit itu masih ada, dan membuat syaraf-syaraf senyum di bibirku seketika mati ketika melihatmu.

Aneh ya? Sebenarnya hati kecilku ingin berhenti membencimu. Tapi entah mengapa aku tak bisa. Setiap mengingatmu, aku masih mengingat kejadian 6 tahun lalu itu. Hhhhhh. Apa kamu tau, aku sangat senang waktu kamu menyatakan ingin menjadi kekasihku. Rasanya aku adalah wanita yang paling bahagia memilki kekasih sepertimu. Perkenalan kita yang masih aku ingat hingga kini. Di depan masjid dekat rumahku, kita yang waktu itu selesai shalat magrib berkenalan. Hehehe, kalau ingat itu aku jadi ingat sinetron-sinetron bernuansa islami yang banyak ada di tv. Sejak saat itu kita semakin dekat,banyak perhatian yang kamu tunjukkan untukku. Kamu adalah laki-laki pertama yang yang mebuatku tahu, apa itu cinta.

Tapi hubungan kita tidak berjalan lancar. Banyak hambatan yang terjadi. Sampai pada akhirnya kamu menghilang dari hidupku. Ku hubungi hp mu, tapi tidak aktif. Dan cukup lama aku menunggumu memberi kepastian. Tapi sampai saat ini, setelah 6 tahun berlalu kamu tidak pernah sekalipun membuat ku mengerti, mengapa kamu pergi. Dan tentu saja, hubungan kita pun menguap seperti embun. Tak berbekas, dan terlupakan oleh waktu, tapi tidak dengan hati ku.

Hari ini aku teringat kamu, lagi. Lalu aku iseng men-search namamu di facebook. Yup! Aku menemukan account mu. Ku coba melihat profil mu, hm lebih tepatnya aku penasaran dengan status hubungan mu. Aku melihat kamu telah berpacaran dengan seorang gadis, tertera tanggal di sana, 1 maret 2006. Ya Tuhan, tanggal itu 3 bulan berselang dari tanggal kami mulai berkomitmen pacaran, berarti...

Semua tanyaku selama 6 tahun terungkap. Tentang kamu, tentang aku, tentang hubungan kita. Mulai saat ini aku harus ikhlasin kamu, dan belajar memaafkan kamu. Dan aku yakin, Tuhan lebih tau kalau wanita itu lebih butuh kamu dari pada aku. Kamu memang bukan yang “terindah”, tapi kengan kita, takkan mungkin terlupa. Semoga nanti, kalau kita bertemu dan kamu memberikan senyum untukku, aku sudah bisa memberkan senyum balasan yang indah untukmu, ya semoga saja... 

Selasa, 24 Januari 2012

mama


Aku lelah
Menentang takdirNya dan memintaNya merubah takdirku
memintaNya membawa ia kembali dalam hariku
Aku lelah
Berdoa dengan air mata yang tak berhenti
Semoga doa ku kelak terjadi
Doaku
Tuhan, tolong pertemukan aku dengan mama
Bagaimanapun caranya

khayal nyata


Aku berada di tengah jalan
Antara khayal dan kenyataan
Akankah aku memilih khayalanku dan membuatnya menjadi nyata sesuai inginku
Atau menerima kenyataan yang ada dan menjalaninya sebisaku
Aku bermimpi
Melihat mentari yang indah dan bunga yang berwarna-warni
Dengannya
Ya selalu dengannya
Tapi aku tau
Ia hanya khayalan masa silam
Ia takkan menjadi nyata
Meski  hatiku selalu berdoa agar ia nyata
Walau sebentar saja

Rabu, 11 Januari 2012

Jenis- Jenis Banking Cards


Definisi Banking Cards
Terminologi yang biasa dipakai oleh para ekonom dan praktisi perbankan mengenai kartu perbankan adalah bithaqah al-i’timaniyah. Istilah ini sering dipakai, baik dalam bahasan ilmiah maupun dalam iklan perbankan. Menurut mereka kata tersebut merupakan terjemahan bahasa Arab dari bahasa Inggris yaitu credit cards.
Istilah umum kartu yang dipakai untuk inter exchange keuangan dalam bahasa Inggris dan perundang-undangan kadangkala dinamakan dengan financial transactions cards, kadangkala dengan payment cards.
Definisi dari banking cards itu sendiri adalah: “instrumen-instrumen dengan nama bithaqah Iqradh, atau kartu layanan perbankan, dan atau banking cards, atau bithaqah cek madhmun, atau bithaqah sahab mubasir, atau istilah lain yang diterbitkan secara resmi ataupun tidak resmi oleh penerbitnya.”
Tujuan Penggunaan Banking Cards
Tujuan dari banking cards adalah untuk dipergunakan oleh orang yang membawanya dalam rangka sebagai berikut:
a. Mendapatkan uang kontan, barang, jasa atau sesuatu yang bernilai lainnya secara kredit.
b. Alat bukti atau jaminan kepada seseorang atau lembaga untuk memungkinkan pemiliknya mendapatkan kredit atau pinjaman.
c. Memungkinkan card holder mendapatkan kredit untuk:
1. Mendapatkan sejumlah dana kredit
2. Penarikan uang secara tunai atau surat perintah tunai atau cek tur/ekonomi.
3. Transfer dari satu rekening ke rekening yang lain, atau rekening lain yang maqqat.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Perjanjian dalam Banking Cards
1. Issuer bank, dalam kartu kredit dinamakan dengan muqridh (kreditor). Isuuer bank adalah pihak yang diberikan kuasa oleh undang-undang untuk menerbitkan kartu kepada nasabahnya, ia menjadi wakil atas card holder tersebut dalam membayar nilai pembelian yang dilakukannya kepada merchant.
2. Card holder, yaitu pemakai kartu kredit yang dinamakan dengan muqtaridh (borrower). Card holder adalah pihak yang namanya dicantumkan dalam kartu, atau orang yang diberi kuasa untuk memakainya, dan ia berkewajiban melunasi semua kewajiban yang timbul akibat pemakaian kartu tersebut kepada pihak issuer bank.
3. Merchant atau supplier, yaitu pihak yang terikat dengan Issuer bank dengan menyediakan barang dan jasa kepada card holder sesuai dengan kesepakatan mereka.
4. Bank Perantara.

Jenis Banking Cards
Banking cards yang berlaku dimasyarakat dibagi menjadi 2 kelompok sesuai dengan karakter dan sifatnya:
1. Kartu kredit
a. kartu kredit dengan bunga dan dibayar dengan angsuran (credit cards)
b. kartu kredit tanpa bunga (change cards).
c. retail card (kartu eceran)

2. Debit Cards.
a. Kartu Kredit (Credi Card)
            Kartu kredit dengan bunga dan pembayarannya dengan cara angsuran. Issuer bank memberikan kesempatan membeli dan manarik uang tunai dalam limit tertentu kepada nasabah yang menginginkan kartu tersebut.
            Dari sisi pembayaran issuer bank memberikan kemudahan kepada card holder dalam pembayaran kreditnya yaitu dengan cara angsuran, yaitu membayar nilai kredit yang dipakainya dalam beberapa waktu ditambah dengan komisi dan bunga tertentu.

Kartu ini bisa berbentuk:
·         Kartu kredit biasa atau silver. Dalam kartu ini kredit yang diberikan kepada card holder tidak boleh melebihi limit maksimal yang telah ditentukan leh issuer bank.
·         Kartu premium atau gold. Dengan kartu ini kredit yang diberikan boleh melebihi limit yang telah ditentukan kepada card holder.

b. Charge Cards
            Merupakan kartu yang diterbitkan oleh issuer bank kepada card holder untuk memperoleh kredit pada masa tertentu sesuai dengan kualifikasinya apakah silver atau gold dan semuanya harus dilunasi pada masa yang elah disepakati sebelimnya. Issuer bank akan menetapkan denda finansial dan bunga ketika terjadi keterlambatan pembayaran.
            Kartu jenis ini tidak memberikan fasilitas-fasilitas dicicil sejumlah tertentu, tetapi merupakan suatu cara yang mudah mendapatkan kredit dalam batas minimal yang harus dibayarkan tiap bulannya.
Perbedaan Credit Card dengan Charge Card
Pertama, pada credit card biasanya bank tidak mendapat biaya tahunan (annual fee) dan biaya untuk perbaruan kartu, sebaiknya pada charge card bank mewajibkan biaya untuk mendapatkan kartu ini, yaitu biaya untuk menjadi anggota dalam jenis kartu ini serta biaya lain untuk perbaruan kartu.
Kedua, credit card benar-benar memberiakan kredit yang riil, card holder berhak memilih bagaimana cara membayarnya, sementara pemegang charge card dituntut untuk membayar semua tagihan pada akhir bulan.
Ketiga, kadang pada credit card tidak terdapat batas maksimal limit. Aturan ini sangat penting dalam kaca mata card holder karena ia memiliki dorongan untuk mempercepat perlunasan kreditnya diakhir bulan.

c. Retailer/In House Cards
kartu jenis ini oleh para konsumer dikenal dengan beberapa nama; 1. Retailer cards 2. In house cards, 3. Store cards, 4. Two parties credit card agreement. Penerbit kartu jenis ini adalah lembaga atau pusat perdagangan yang menawarkan berbagai jenis produk barang atau jasa yang berbeda.
Tujuan dari penerbitan kartu ini adalah menarik para pelanggan, sehingga kartu jenis ini di anggap dalam pembagian kartu yang berlaku internal, bukan eksternal.
Tujuan dari kartu jenis ini adalah pemberian kredit, tempat pedagangan tersebut bertidak sebagai kreditor dan card holder sebagai pihak borrower. Card holder diberi kuasa untuk berbelanja secara kredit di tempat perdagangan yang menerbitkan kartu tersebut.

d. Debit Card
penerbitan kartu ini mengharuskan adanya tabungan card holder di bank, sehingga memberikan kesempatan kepada issuer bank untuk menarik (debit) dana card holder secara langsung dari tabungannya senilai barang dan jasa yang didapatnya lewat penggunaan kartu dan dokumen yang telah ditandatangani sebelumnya.
Kartu jenis ini mempunya fungsi yang sama dengan kartu-kartu sebelumnya, bedanya dalam jenis kartu ini nilai barag dan jasa yang didapat oleh card holder selama pemakaiannya akan langsung dikurangi oleh pihak bank dari rekeningnya, kemudian dibayarkan kepada merchant atau tempat card holder memperoleh barang dan jasa tesebut.

dari buku: Banking Cards Syariah