Mantan terindah?
Tidak! Aku tidak akan memberikan
julukan itu padamu. Karena kamu tidak “terindah”. Em, sebenarnya aku saja yang
mungkin masih belum ikhlas dengan kepergianmu, 6 tahun yang lalu.
Kamu bukan yang terindah, aku selalu
menanamkan hal itu di pikiranku. Aku benci kamu. Sangat membenci kamu. Dalam 6
tahun perpisahan kita, bukan nya kita tak pernah bertemu. Cukup lumayan sering kita
bertemu, dan aku tahu terkadang kamu memberikan senyummu yang manis itu(aku
masih mengakuinya) dari kejauhan untukku. Tapi maaf, aku tak akan memberikan
senyum balasan untukmu. Rasa sakit itu masih ada, dan membuat syaraf-syaraf senyum
di bibirku seketika mati ketika melihatmu.
Aneh ya? Sebenarnya hati kecilku
ingin berhenti membencimu. Tapi entah mengapa aku tak bisa. Setiap mengingatmu,
aku masih mengingat kejadian 6 tahun lalu itu. Hhhhhh. Apa kamu tau, aku sangat senang
waktu kamu menyatakan ingin menjadi kekasihku. Rasanya aku adalah wanita yang
paling bahagia memilki kekasih sepertimu. Perkenalan kita yang masih aku ingat
hingga kini. Di depan masjid dekat rumahku, kita yang waktu itu selesai shalat
magrib berkenalan. Hehehe, kalau ingat itu aku jadi ingat sinetron-sinetron
bernuansa islami yang banyak ada di tv. Sejak saat itu kita semakin
dekat,banyak perhatian yang kamu tunjukkan untukku. Kamu adalah laki-laki
pertama yang yang mebuatku tahu, apa itu cinta.
Tapi hubungan kita tidak berjalan
lancar. Banyak hambatan yang terjadi. Sampai pada akhirnya kamu menghilang dari
hidupku. Ku hubungi hp mu, tapi tidak aktif. Dan cukup lama aku menunggumu
memberi kepastian. Tapi sampai saat ini, setelah 6 tahun berlalu kamu tidak pernah
sekalipun membuat ku mengerti, mengapa kamu pergi. Dan tentu saja, hubungan
kita pun menguap seperti embun. Tak berbekas, dan terlupakan oleh waktu, tapi
tidak dengan hati ku.
Hari ini aku teringat kamu, lagi.
Lalu aku iseng men-search namamu di
facebook. Yup! Aku menemukan account
mu. Ku coba melihat profil mu, hm lebih tepatnya aku penasaran dengan status
hubungan mu. Aku melihat kamu telah berpacaran dengan seorang gadis, tertera
tanggal di sana, 1 maret 2006. Ya Tuhan, tanggal itu 3 bulan berselang dari
tanggal kami mulai berkomitmen pacaran, berarti...
Semua tanyaku selama 6 tahun
terungkap. Tentang kamu, tentang aku, tentang hubungan kita. Mulai saat ini aku
harus ikhlasin kamu, dan belajar memaafkan kamu. Dan aku yakin, Tuhan lebih tau
kalau wanita itu lebih butuh kamu dari pada aku. Kamu memang bukan yang “terindah”,
tapi kengan kita, takkan mungkin terlupa. Semoga nanti, kalau kita bertemu dan
kamu memberikan senyum untukku, aku sudah bisa memberkan senyum balasan yang
indah untukmu, ya semoga saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar